artikel "Pengaruh Lapisan Tanah Aluvial terhadap Mata Pencaharian dan Perkembangan Pemukiman di Jakenan, Pati"
Jakenan, sebuah kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memiliki karakteristik unik terkait jenis tanah dan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakatnya. Sebagaimana diungkapkan dalam studi oleh Irdy Septiadi Mojoluhur, Jakenan yang terletak di dataran rendah didominasi oleh tanah aluvial, hasil sedimentasi dan pelapukan batuan[1][6][8]. Jenis tanah ini memiliki dampak signifikan terhadap pola pertanian, risiko bencana, perkembangan pemukiman, dan mata pencaharian penduduk setempat.
Karakteristik Tanah Aluvial di Jakenan
Tanah aluvial di Jakenan memiliki ciri khas berwarna kuning kecoklatan, padat, dan saat kemarau mengeras seperti batu, sementara saat hujan menjadi licin dan kurang berpori sehingga cepat jenuh. Profil tanah di wilayah ini umumnya tidak memiliki lapisan O (organik) dan lapisan A (topsoil), didominasi oleh lapisan B (subsoil) yang kurang subur dan padat, serta lapisan C (regolith) yang merupakan batuan lapuk yang belum sepenuhnya menjadi tanah.
Pengaruh Terhadap Pertanian
Meskipun kurang ideal, tanah aluvial tetap menjadi tumpuan pertanian di Jakenan. Masyarakat setempat umumnya membudidayakan padi dua kali setahun pada musim hujan (MT1 dan MT2). Saat musim kemarau, mereka beralih ke tanaman kacang dan tembakau. Namun, kondisi ini juga membawa kerentanan terhadap bencana[1].
Risiko Bencana Banjir dan Kekeringan
Pada musim hujan, wilayah Jakenan rentan terhadap banjir akibat luapan Sungai Juwana[6][8]. Sawah terendam, tanaman padi roboh, dan serangan hama wereng menjadi ancaman serius. Sebaliknya, musim kemarau seringkali menyebabkan kelangkaan air, menyulitkan petani untuk bercocok tanam[1]. Penelitian oleh penulis lain juga menunjukan bahwa Kecamatan Juwana dan Jakenan memiliki intensitas curah hujan yang tinggi yaitu 2500-3000 mm/tahun, infiltrasi tanah lambat, kemiringan lereng datar (0-3%), dan penggunaan lahan yang didominasi oleh areal persawahan[2].
Pola Pemukiman dan Aksesibilitas
Pola pemukiman di Jakenan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk akses jalan, transportasi, ikatan keluarga, dan ketersediaan sumber daya sawah. Perkembangan kegiatan pendidikan cenderung mengarah pada pendidikan formal seperti SD, SMP, dan SMA.
Pergeseran Mata Pencaharian dan Gaya Hidup
Imajinasi jenis pekerjaan di kalangan anak muda Jakenan cenderung mengarah pada merantau ke luar negeri. Keberhasilan di perantauan diharapkan dapat menjadi modal untuk berinvestasi dan menciptakan lapangan pekerjaan di kampung halaman. Gaya hidup masyarakat Jakenan cenderung sederhana dalam konsumsi sehari-hari di rumah, namun lebih terbuka saat bersantap di luar rumah. Kepemilikan sepeda motor dan mobil baru, perhiasan, serta pakaian baru menjadi prioritas.
Perkembangan Pemukiman dan Harga Tanah
Desa Tambahmulyo menjadi pusat perhatian dengan rencana pembangunan rumah sakit Bhayangkara yang terkoneksi dengan Kecamatan Winong dan Jaken. Perkembangan ini berdampak pada kenaikan harga tanah yang signifikan. Harga per meter saat ini mencapai 1,6 juta rupiah, meningkat dari 900 ribu rupiah tiga tahun lalu.
Mitigasi Bencana
Beberapa wilayah di Jakenan, seperti Glonggong dan Tondomulyo, rentan terhadap banjir akibat luapan Sungai Silugonggo dan Waduk Wilalung[1]. Banjir bandang dari daerah Pucakwangi juga dapat melanda Glonggong, bahkan saat tidak ada hujan lokal, karena kiriman air dari wilayah lain[1].
Dengan memahami karakteristik tanah aluvial dan dampaknya terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat Jakenan, diharapkan dapat dirumuskan solusi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan terhadap bencana di wilayah ini. Penelitian yang dilakukan Mulyadi di Sub-DAS Juwana juga menyoroti pentingnya konservasi DAS hulu-tengah untuk mencegah degradasi sumber daya air dan pencemaran di wilayah hilir[1].
Citations:[1] https://ejournal.unpatti.ac.id/ppr_iteminfo_lnk.php?id=471[2] https://eprints.ums.ac.id/25008/12/NASKAH_PUBLIKASI.pdf[3] http://eprints.undip.ac.id/60993/3/BAB_2.pdf[4] http://repository.unissula.ac.id/28418/2/31202000095_fullpdf.pdf[5] http://perpustakaan.menlhk.go.id/pustaka/images/docs/IKPLHD-KAB.-PATI-2017.pdf[6] http://repository.iainkudus.ac.id/1115/7/FILE%207%20BAB%20IV.pdf[7] https://eprints.ums.ac.id/127957/12/Naskah%20Publikasi.pdf[8] https://ppid.patikab.go.id/asset/files/ppid_berkala/lkjip_kab_pati_2019.pdf
Citations:
[1] https://ejournal.unpatti.ac.id/ppr_iteminfo_lnk.php?id=471
[2] https://eprints.ums.ac.id/25008/12/NASKAH_PUBLIKASI.pdf
[3] http://eprints.undip.ac.id/60993/3/BAB_2.pdf
[4] http://repository.unissula.ac.id/28418/2/31202000095_fullpdf.pdf
[5] http://perpustakaan.menlhk.go.id/pustaka/images/docs/IKPLHD-KAB.-PATI-2017.pdf
[6] http://repository.iainkudus.ac.id/1115/7/FILE%207%20BAB%20IV.pdf
[7] https://eprints.ums.ac.id/127957/12/Naskah%20Publikasi.pdf
[8] https://ppid.patikab.go.id/asset/files/ppid_berkala/lkjip_kab_pati_2019.pdf
Penulis : Anggun Justine Nashita Kelas XII F6